Sofia
Judul: Sofia
Ditulis oleh: Cahya
Bagian 1
Hari ini, ketika jam istirahat sekolah, aku bertemu dengan gadis cantik di sekolahku. Aku bertemu dengannya di kantin sekolah, ia terlihat sedang makan sendirian, lalu ku temani. Aku memperkenalkan diri dan berbincang dengannya. Ternyata Sofia namanya. Ia adalah seorang anak baru di sekolah, dan hari ini adalah hari pertamanya. Ia adalah orang Jakarta, pindah ke Jogja karena ikut orang tuanya yang kerja di Jogja.
Orangnya sedikit malu, mungkin karena ia masih canggung dan butuh adaptasi. Rambut panjang dan bergelombang, tingginya sekitar 160 cm. Dan parasnya yang cantik, membuatku tertarik padanya. Cukup lama aku berbincang dengannya, sampai tak terasa bel masuk telah berbunyi, lalu kami pun masuk ke kelas masing-masing. Sebenarnya kami seangkatan, tetapi beda kelas.
Di kelas, aku terus kepikiran olehnya, aku jadi merasa bersalah karena mengajaknya ngobrol padahal ia sedang makan. Aku juga merasa bersalah pada teman-temanku karena waktu istirahat tadi aku tak bertemu dengan mereka. Lalu aku berniat setelah pulang sekolah, aku akan bertemu dengan si Sofia dan meminta maaf (haha sebenarnya aku hanya ingin PDKT dengannya).
Sepulang sekolah, aku kembali menemuinya, ia tampak sendirian dan seperti akan bergegas pulang. Aku segera berbincang padanya, dan sedikit basa basi. Dan ajaibnya, ternyata dia bertetangga dengan ku, dan dia berjalan kaki dari rumah ke sekolah, yang memang tak begitu jauh.
Hmm... Aku pun langsung mengajaknya untuk jalan pulang bersama. Aku rela meninggalkan sepedaku demi berjalan pulang bersama dengannya, tapi aku tak bilang padanya jika aku bawa sepeda. Dia pun menerima ajakan ku (haha hatiku berdebar debar dan gembira), lalu kami pun berjalan bersama.
Di jalan aku mengajaknya berbincang bincang ringan, dengan manisnya dia selalu menjawab dengan senyuman. Senyumannya membuatku semakin girang dalam hati. Sesekali tertawa dan bercanda aku selingi di sela sela berbincang. Saking serunya, tak sadar ternyata kami telah sampai di rumahnya, dan aku pun berpamitan. Ketika dia sudah masuk ke rumah, aku segera berlari balik ke sekolah. Aku takut jika ditanya soal kemana sepedaku oleh ibu.
Setelah itu...
Lanjut part 2 ya gais 😃
