Sofia: Bagian 2




Bagian 2


Malamnya, aku menceritakan cerita tadi siang kepada sahabat ku yaitu Melki. Ia teman sekolahku dan juga teman rumah, dan kebetulan ia satu kelas dengan Shopia. Aku menceritakan secara lengkap dan detail, sambil senyum senyum sendiri. Melki hanya bisa menyimak dan ikut tertawa melihat tingkah ku bercerita. Kami berbincang bersama di suatu bukit yang tak terlalu jauh dari rumah dan tak terlalu tinggi juga, tetapi kami masih bisa melihat lampu lampu kota yang indah. Kami berbincang sampai hampir larut malam, karena besok libur. 


Melki adalah sahabat paling dekat denganku, bahkan aku menggapnya seperti saudara. Aku sudah berteman dengannya sejak kecil, dan ia selalu menemaniku setiap apa pun. Seperti misalnya aku ada acara, jika boleh membawa teman aku pasti langsung mengajaknya. Orangnya sangat suka bergaul, dan menyenangkan, jika kau bertemu dengannya pasti kau langsung merasa akrab dengannya. Badannya tak terlalu tinggi tetapi ideal, rambutnya sedikit keriting dan panjang. Dan ia sering mengenakan jaket kulit berwarna coklat yang aku berikan padanya, saat ulang tahunnya.


Kami berbincang sampai hampir larut malam, dan kami pun pulang ke rumah masing-masing. Di kamar, aku tak berhenti memikirkan Sophia, aku terus memikirkannya sambil tersenyum senyum sendiri. Sungguh aneh diriku ini. Sampai akhirnya aku lelah memikirkannya dan merasa jika aku ngantuk, dan..... Tertidur lah aku.


Aku terbangun saat siang, selalu siang bangunku jika sekolah libur, karena aku bingung sendiri apa yang mau dilakukan. Akhirnya aku putuskan untuk keluar rumah, pergi ke taman dan sambil membaca buku. Jika sedang libur, aku suka membaca buku yang aku suka, dan akan aku puas puaskan. 


Jika di sekolah, aku harus membaca buku sekolah yang penuh dengan materi, buat ku itu membosankan dan membaca buku secara dipaksa dan tidak suka, menurutku itu mungkin yang membuat banyak anak muda yang malas membaca buku.


Aku membaca buku kumpulan cerpen sambil menikmati sebotol teh di taman. Tiba-tiba datang seseorang dan mengejutkanku dari belakang. Ternyata Sophia, aku cukup kaget bukan karena Sophia mengejutkanku, tapi karena yang mengejutkanku adalah Sophia. 


Ia mendatangi ku sambil tertawa karena berhasil mengejutkanku, lalu ia bertanya tentang apa yang aku lakukan. Aku pun menjawab jika aku sedang bersantai sambil membaca buku. Lalu ia mengajakku untuk berjalan jalan sambil memintaku untuk memperkenalkan Jogja. Di momen itu aku cukup kaget dan hanya bisa menerima ajakannya sambil tersenyum dalam hati.


Kemudian...


Nantikan part 3 ya gais 😃

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url